Selasa, 01 Maret 2016

RELINING DAN REBASING



BAB 1
PENDAHULUAN



1.1 Latar Belakang

Teknik gigi termasuk salah satu profesi yang masih kurang dikenal secara umum di telinga masyarakat. Salah satu penyebabnya mungkin karena masih minimnya upaya pengenalan Teknik Gigi agar lebih dikenal dan dipahami oleh masyarakat luas. Hal ini berpengaruh terhadap jumlah peminatnya, sehingga profesi ini masih tetap berada di lingkup skala kecil.
Untuk menjadi tekniker, kita harus menempuh jalur pendidikan selama beberapa tahun untuk mendapatkan bekal, pengetahuan, dan pengalaman yang cukup untuk nanti terjun kelapangan.Seseorang lulusan Teknik Gigi disebut Teknisi Gigi atau Tekniker Gigi. Salah satu hal yang dikerjakan oleh Teknisi Gigi adalah membuat suatu protesa atau gigi palsu.

1.2 Rumusan Masalah
1.Apa yang dimaksud relining?
2.Apa yang dimaksud rebasing?
3.Apa tujuan relining dan rebasing?

1.3 Tujuan
1.Mengetahui pengertian relining
2.Mengetahui pengertian rebasing
3.Mengetahui tujuan dari relining dan rebasing



01

BAB 2
PEMBAHASAN


2.1 RELINING

Relining : Penambahan bahan / lapisan akrilik baru pada tepi sayap gigi tiruan bagian permukaan dalam atau impression surface gigi tiruan lokal maupun menyeluruh

syarat
-dimensi vert masih baik
-oklusi sentrik dan relasi sentrik baik
-estetik baik
-mukosa mulut sehat
-tidak ada undercut

Indikasi relining
- under extended gigi tiruan
- membentuk postdam
- resorbi tulang alveolar

Kontra indikasi
-resorbi yang banyak
-kelainan jaringan lunak
-kelainan TMJ
-estetik jelek
-kesukaran bicara

02



TEKNIK RELINING

Metode langsung ( direct method)

*relining under extender :
-lokal
-menyeluruh (dilakukan regio per regio)

*cek oklusi
-mukosa pada daerah under extended diulasi vaselin steril
-tepi gt yangg under extended dikasari
-adonan resin akrilik diletakan pada bagian tepi gt yang telah dikasari (bahan adonan jangan sampai overlap ke arah permukaan dalam)

relining pada permukaan gigi tiruan :
-sebagian
-menyeluruh

menyeluruh:
-permukaan dalam gigi tiruan dikasari
-mukosa diulasi



03







Metode tak langsung (indirect method)

-dilakukan border moulding dengan compound - pada daerah extended
- daerah permukaan dalam yang retensi di beri kapas basah ( supaya tak retensi ) diisi gips keras - setting - gigitiruan lepas
-compound diepas - dikasari- model reparasi - gt dikembalikan - buat adonan self curing akrillik - diletakan pada daerah gt yang telah dikasari - diratakan - dimasukan kedalam air - setting - pulas - insersi

-         gigi tiruan yg telah diberi adonan resin akrilik dimasukan kedalam mulut penderita -dilakukan mscle triming, dikeluarkan dan dikoreksi -bahan yang overlap kedaam permukaan dihilangkan diulasi liquid dimasukankembali, kemudian direnda, dalam air hingga setting - dipulas -> insersi - penderita disuruh kumur kumur - gigi tiruan diperiksa -bilapermukaan dalam telah rata - dimaskan ke dalam air panas untk menghilangkan monomer sisa -tepi dihaluskan (dipulas) -insersi






 










04



2.2 REBASING
Rebasing :penggantian seluruh basis gigi tiruan dengan yang baru, dimana anasir gigi tiruan yang lama tetap digunakan tanpa merubah letak gigi dan relasi oklusi

Indikasi
-immediate denture
-relasi vertikal dan horizontal tetap atau tidak berubah
-anasir gigi tiruan masih baik takbanyak mengalami abrasi dan warna masih baik
-tak mungkin dilakukan relining basisgigi menjadi tebal, sehingga retensi terganggu,

Metode
-koreksi oklusi
-peripheral border gigi tiruan direndahkan 2mm dari batasmukosa bergerak dan tak bergerak
-daerah undercut pada permukaan gigi tiruan dihilangkan
-dibuat lubang retensi pada basis gigi tiruan
-dilakukan border moulding
-mencetak sama dengan prosedir relining
-hasil cetakan dicor dengan adonan gips keras dibuat basis
- gigi tiruan pada model dipasang di bagian atas dari "DUPLIKATOR"
-dibuat "JIG" :
*bagian bawah duplikator diberi adonan gips lunak
*bagian atas duplikator dipasang
*anasir gigi tiruan tertanan 1-2mm pada jig - setting
-gigi tiruan dilepas - basis gigi tiruan dibuang ->
1-2mm pada jig - setting -gigi tiruan dilepas - basis gigi tiruan dibang -> susunan anasir gigi (lengkungnya) diperthankan. -anasir gigi tiruan dipasang kembali pada jig dan di fixir -model pada bagian atas duplicator dibuat lempeng gigit dari malam merah - dipasang kembali - regio anterior gigi tiruan dan lempeng gigit ditetesi malam merata dan penuh - seting - conturing - kuvet - akrilik packing - pinishing - insersi - koreksi oklusi ( di dalam/diluar mulut)
05

2.3 TUJUAN RELINING DAN REBASING

Tujuan
- memperoleh permukaan jaringan pada mukosa secara akurat -> spaya fit
-memperpanjang pemakain gigi tiruan

Faktor penyebab resorbsi tulang :
- osteoporosis
- gangguan hormonal
- TBC
- penyakit ginjal
- gangguan gastrointestinal
- gangguan keseimbangan darah ( leukimia)

perubahan klinis
- hilangnya retensi dan stabiitas
- hilangnya dimensi vertikal oklusi
- hilangnya jaringan pendukung wajah
- pergeseran arah horizontal gigi tiruan -> relasi oklusal yang salah











06



DAFTAR PUSTAKA







http://choybuccuq.blogspot.com/2008/07/dental-material.html




ANGGA NURUNDA PUTRA

Jumat, 01 Januari 2016

anatomi



Otot mastikasi meliputi:
1.    M. temporalis. Origo luas pada permukaan lateral cranii, dan menguncup menuju insersio pada processus coronoideus mandibula. Fungsi utamanya menarik rahang bawah ke atas (gerakan seperti gunting).
2.    M. masseter. Menempati bagian lateral mandibula. Origonya dari daerah maxillaris kepala dan archus zygomaticus. Insersionya lebar pada mandibula agak di belakang. Otot ini sering multipenatus yang dipisahkan oleh tendo yang kuat. Arah serabut otot berbeda-beda dengan fungsi yang berbeda pula. Sebagian serabut menarik rahang bawah ke depan, dan lainnya menarik ke belakang. Tetapi fungsi secara umum adalah menarik rahang bawah ke atas dan ke sisi yang aktif. Saat mastikasi, pada satu waktu, kontraksinya terbatas pada satu sisi yang aktif saja.
3.    M. pterygoideus. Otot ini berada di sisi medial mandibula. Berorigo pada daerah pterygopalatine kepala menuju medial mandibula. Otot ini terbagi dua yaitu bagian lateral (kecil) dan bagian medial (lebih besar). Beberapa serabut otot bagian lateral dilekatkan ke discus articularis, dan berfungsi membantu mengontrol pergerakan rahang bawah. Tetapi fungsi utama otot pterygoideus adalah mengangkat rahang bawah dan menarik ke dalam dengan sedikit gerakan ke depan secara bersamaan. Pada spesies yang membutuhkan gerakan rahang bawah transversus, m. masseter dan lawannya m. pterygoideus mungkin membentuk satu pasangan fungsional.
4.    M. digastricus. Membuka mulut merupakan fungsi utama m. digastricus, selain dibantu oleh gaya gravitasi. M. digastricus berjalan dari kepala, melewati bagian belakang persendian temporomandibularis, menuju angulus mandibula. Otot ini tersusun ata dua venter. Venter rostralis disarafi oleh rami mandibularis  n. trigeminus atau n. mandibularis, dan venter caudalis disarafi oleh n. facialis. Hal ini mengindikasikan otot digastricus berasal dari lapisan mesodemis dua arkus faringeus pertama.
Komponen pasifArticulatio temporomandibularis :

Capitulum mandibulae
Fossa mandibularis ossis temporalis
Capsula articularis
Discus articularis
Ligamenta








Capsula articularis
melekat pada
tuberculum articulare,
fissura squamotympanica
tepi lateral fossa mandibularis.



Discus articulare
berbentuk oval terdiri dari jaringan ikat fibrous melekat pada
capsula articulare
tendo m. pterygoideus lateralis
capitulum mandibulae
membagi cavum articulare menjadi 2 bagian, sehingga gerakan membuka maupun menutup mulut masing-masing terdiri dari 2 phase.


Ligamentumsekitar articulus mandibulae
Lig. temporamandibulare laterale yang melekat dari tuberculum articulare ke arah sisi lateral collum mandibulae
Lig. sphenomandibulare, letaknya medial dari articulus mandibulae. Melekat pada : 1. fissura petrotympanica 2. spina angularis
Lig. stylomandibulare, berasal dari fascia colli profundus (fascia gld. Parotis). Melekat pada processus styloideus, angulus mandibulae dan tepi dorsal ramus mandibulae
berfungsi untuk mencegah gerakan yang berlebihan


Komponen aktifArticulatio temporomandibularis :


terdiri dari otot-otot masticatorius yang dikelompokkan menjadi:
A. Otot pengunyah utama
B. Otot pembantu
C. Otot yang memfixir os hyoid


A. Otot pengunyah utama :
M.   masseter

berbentuk segi 4, tebal, terdiri dari 2 lapisan :
Lapisan superficial :
Origo : processus zygomaticus ossis maxillae 2/3 ventral, dari tepi caudal arcus zygomaticus
Insertio: sabut-sabutnya ke arah caudodorsal menuju ke tuberositas masseterica.
Lapisan profundus : lebih kecil daripada lapisan superficial.
Origo: 1/3 dorsal, dari tepi caudal arcus zygomaticus. Seluruh facies medialis arcus zygomaticus.
Insertio: Sabut-sabutnya ke arah caudo ventral menuju ke ½ ramus  mandibulae   dan   facies  lateralis   proc.   Muscularis mandibulae.



M.   pterygoideus medialis

terletak pada permukaan medial dari ramus mandibulae.
Berdasarkan origonya mempunyai 2 caput yaitu caput profundus yang lebih besar dan caput superficialis.
Caput superficial :
Origo :
Lamina lateralis processus pterygoideus facies medialis
Processus pyramidalis ossis palatine
Caput profundus :
Origo :
Proc. Pyramidalis ossis palatine
Tuber maxillae
Insertio dari kedua bagian tersebut :Tuberositas pterygoidea pada bagian  dalam dari angulus mandibulae.

M.   pterygoideus lateralis



mengisi fossa infra temporalis
berdasarkan origonya terdiri dari 2 caput, caput inferior lebih besar.
Origo :
Caput superior : facies infra temporalis dan crista infra temporalis ala magna  ossis sphenoidalis.
Caput inferior : facies lateralis lamina lateralis proc. Pterygoideus.
Insertio : sebagian pada capsula dan discus artic., Proc. Articularis mandibulae,  sebagian pada fovea pterygoidea dari collum mandibulae.

M.   temporalis

berbentuk kipas, terletak di dalam fossa  temporalis.
Origo: dari dasar fossa temporalis caudal  dari linea temporalis inferior dan dari  fascia temporalis lapisan yang profundus.
Insertio : prosessus coronoideus; Tepi  ventral ramus mandibulae





B. Otot pembantu :
M digastricus v.anterior     )
M. mylohyoid                 ) otot dasar mulut
M. geniohyoid     )
M.   buccinator




C. Otot yang memfixir os hyoid :
Ke arah dorsal :
M. stylohyoid
M. digastricus venter posterior
Ke arah cranial : otot dasar mulut
Ke arah caudal : otot-otot pretracheales


Angga Nurunda  Putra




a