Sabtu, 13 Juni 2015

PEMBUATAN JEMBATAN 3 UNIT DI POSTERIOR



PEMBUATAN JEMBATAN 3 UNIT DI POSTERIOR


Macam Macam Bahan Gigi Tiruan Jembatan 3 Unit di Posterior

1. All acrylic bridge

Bahan akrilik biasanya digunakan untuk pembuatan mahkota jaket sementara (menunggu mahkota jaket permanen). Bahan akrilik biasanya dikombinasikan dengan logam karena sifat bahan akrilik tidak kuat menahan beban kunyah. Kelebihan dari bahan akrilik warnanya dapat disesuaikan dengan gigi asli, namun mudah berubah warnanya. Harganya pun murah tetapi tampilan menarik. Kontraindikasi dari bahn ini adalah tidak digunakan pada gigi yang memiliki beban kunyah yang besar karena kekerasan akrilik hanya 1/16 kekerasan dentin. Gigi tiruan yang menggunakan bahan ini juga tidak cocok digunakan pada penderita dengan bruxism.


2. All metal bridge

Gigi tiruan permanen yang terbuat dari logam atau emas mempunyai kekuatan yang sangat bagus bahkan dapat bertahan sampai bertahun-tahun, keuntungan yang lain adalah logam dan emas tidak korosif dan tidak berkarat. Tetapi gigi tiruan dari bahan logam dan emas tampilan warnanya sangat berbeda dengan gigi asli. Biasanya diindikasikan pada gigi posterior dan kontraindikasinya adalah

gigi abutmen yang digunakan mempunyai ketebalan dentin yang kecil.
Gold Crowns
Keuntungan:
- metode simple karena struktur gigi yang dkurangin lebih minimal.
- Lebih tahan lama pada saat tekanan berat seperti menggigit dan mengunyah.
- Mudah menyesuaikan sesuai daerah di mana gigi dan mahkota memenuhi
- Sehat lingkungan untuk jaringan gusi
Kerugian:
- estetik kurang karena warna gigi tidak seperti gigi asli.


4. Kombinasi (porselen dan metal)

Porcelain fuse to metal adalah jenis hibrida antara mahkota logam dan mahkota porselen. Mereka terutama dipilih untuk gigi depan tetapi tidak menutup kemungkinan juga digunakan pada gigi posterior. Porcelen fuse to metal ini lebih kuat daripada all porselen bridge. Meskipun porcelen fuse to metal dipilih untuk penampilan yang sangat baik karena keestetikannya, ada beberapa kelemahan utama yang terkait dengan logam menyatu di dalamnya. Berikut adalah beberapa kelemahan dicatat oleh pengguna dan dokter gigi mahkota ini:

• Ketidaknyamanan-gigi mungkin sensitif setelah prosedur. Jika gigi dimahkotai masih mengandung beberapa saraf, saraf yang akan sensitif terhadap panas dan dingin.

• Ada beberapa kasus di mana permukaan mahkota menciptakan keausan pada gigi antagonisnya. Hal ini kadang-kadang menjadi begitu menonjol sehingga tidak dapat diawasi.

Bagian porselen bisa terkelupas mati dan logam yang mendasari dapat terlihat sebagai garis gelap



5. In Ceram (keramik bridge)

Terbuat dari porselen alumina yang sangat tangguh. Memiliki estetika yang sangat baik dan cukup kuat untuk dapat disemen dengan semen gigi tradisional.


ALUMINA - untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior, dan sampai restorasi 3-unit jembatan.

Glass Infiltrated Alumina ( In-Ceram Alumina)
  
ª  Komposisi inti keramik : Aluminum oxide (Al2O3)
ª   Indikasi untuk mahkota anterior dan      posterior, jembatan 3 unit.
ª   Flexural strength  450 MPa, fractur toughness 3,1-4,61 MPa/m1/2
ª  Kekurangan: inti keramik opak è sifat translucent cukup



Zirkonia - untuk posterior unit tunggal dan kasus anterior, dan sampai restorasi 5-unit jembatan.

Glass Infiltrated Zirconia (In–Ceram         Zirconia)
ª  Komposisi inti keramik :alumina (Al2O3)  dan partially stabilize Zirconia
ª  Flexural strength  421-850 MPa, fractur    toughness 6-8 MPa/m1/2
ª  Kekurangan: estetik kurang menguntungkan krn  inti keramik opak è sifat translucent kurang
ª  Indikasi untuk mahkota posterior, jembatan


Ø Procera Zirkonia
With over 6 million Procera restorations inserted worldwide, Nobel Biocare has a track record of successful, beautiful restorative solutions. Procera Zirconia, made of Yttria Stabilized Zirconium (YZ) has substantial advantages compared to other dental materials: mechanical resistance, biocompatibility and a fracture toughness two times greater than Alumina. Procera Zirkonia, terbuat dari Yttria stabil Zirkonium (YZ) memiliki keunggulan besar dibandingkan dengan material gigi lain:

ketahanan mekanis, biokompatibilitas dan ketangguhan patah dua kali lebih besar dari Alumina.
Kekuatan tidak lagi harus berkompromi untuk mencapai estetika ekstrim. The Flexural Strength of Zirconia restorations range from 900 to 1400 MPa. Kekuatan lentur restorasi Zirkonia berkisar 900-1400 MPa. Conventional precious metal ceramics restorations are at 800 MPa or less. Konvensional keramik logam mulia restorasi berada di 800 MPa atau kurang. Metal ceramics cannot compete with the aesthetics of Zirconia. keramik logam tidak dapat bersaing dengan estetika Zirkonia. It is capable of being placed anywhere in the mouth and can accommodate 3-6 unit bridges. Hal ini mampu ditempatkan di manapun di mulut dan dapat menampung 3-6 unit jembatan




Procera Zirkonia



Ø Zirkonium Light Activated Composite Silikat
Ceramage menggabungkan reproduksi warna natural dengan kekuatan yang luar biasa dan elastisitas.
 Ceramage yang terbuat dari Zirkonium Light Activated Composite Silikat

Ceramage menggabungkan reproduksi warna natural dengan kekuatan yang luar biasa dan elastisitas. 29
Compared to ordinary composite materials, CERAMAGE™ has a unique progessive fine structure (PFS) filling plus an organic polymer matrix to create a homogeneous microstructure. Dibandingkan dengan material komposit biasa, Ceramage memiliki struktur yang halus progessive unik (PFS) plus mengisi matriks polimer organik untuk membuat mikro homogen. The result is superior flexural strength, elasticity and unsurpasses polishability. Hasilnya adalah superior elastisitas lentur, kekuatan dan poles unsurpasses.
Aesthetically, CERAMAGE has light transmission and diffusing properties that virtually duplicates that of natural dentin and enamel. Estetis, Ceramage memiliki transmisi cahaya dan sifat menyebar bahwa hampir duplikat yang dentin alam dan email.


Selanjutnya, Ceramage lebih sulit daripada-cahaya sembuh bahan lain tetapi sangat tangguh dan lebih elastis dari keramik konvensional sehingga solusi yang sangat baik untuk restorasi posterior tahan lama.
Indikasi dari carameg ini, yaitu:
·         Dapat digunakan untuk veneer mulia dan tinggi-mulia nonpaduan
·         Anterior dan posterior untuk  mahkota jaket
·         Implan substruktur
·         Laminate veneers
·         Inlays dan onlays
·         untuk mahkota posterior, jembatan






Oleh Angga Nurunda Putra

Rabu, 15 April 2015

akrilik gigi



Heat cured acrylic resin, komposisinya terdiri dari dua kemasan yaitu:
1. Polymer (Bubuk):
- Polymer; poly (methyl methacrylate). Polimer, polimethyl metacrylate, baik serbuk yang diperoleh dari polimerisasi methyl metacrylate dalam air maupun pertikel yang tidak teratur bentuknya yang diperolah dengan cara menggerinda batangan polimer.
- Initiator Peroxide; berupa 0,2-0,5% benzoil peroxide.
- Pigmen; sekitar 1% tercampur dalam partikel polymer.
2. Cairan (Monomer):
- ¬Monomer: methyl methacrylate.
- Stabilizer; sekitar 0,006% hydroquinone untuk menccegah polymerisasi selama penyimpanan.
- Terkadang terdapat bahan untuk memacu cross-link; seperti ethylene glycol dimethacrylate.
(E. combe 1992: 270)

Self cured acrylic
Komposisi serupa dengan bahan heat cured acrylic, kecuali bahwa cairannya mengandung bahan activator seperti dimethyl-p-toluidine. Perbandingan bahan akrilik heat cured dengan bahan akrilik self cured sebagai berikut :
a. Berbeda dalam metode aktivasinya.
b. Komposisinya sama tapi pada bahan self cured cairannya mengandung bahan activator seperti dimethyl paratoluidin.
c. Porositas bahan self cured lebih daripada bahan heat cured, meskipun tidak mudah dilihat pada resin yang diberi pigmen. Hal ini disebabkan oleh karena terlarutnya udara dalam monomer yang tidak larut dalam polimer pada suhu kamar.
d. Secara umum bahan self cured mempunyai berat molekul yang lebih rendah dan mengandung lebih banyak sisa monomer, yaitu sekitar 2-5%.
e. Bahan self cured tidak sekuat heat cured; transverse strength bahan ini kira-kira 80% dari bahan heat cured. Ini mungkin berkaitan dengan berat molekulnya yang lebih rendah.
f. Mengenai sifat-sifat rheologinya; bahan heat cured lebih baik dari self cured karena bahan self cured menunjukkan distorsi yang lebih besar dalam pemakaian. Pada pengukuran creep bahan poly (polymethyl methacrylate), polimer heat cured mempunyai deformasi awal yang lebih kecil, juga lebih sedikit creep, dan lebih cepat kembali dibandingkan dengan bahan self cured.
g. Stabilitas warna bahan self cured jelek, bila dipakai activator amina tertier dapat terjadi penguningan setelah beberapa lama.

Bagian gigi Tiruan resin akrilik
Basis gigi tiruan adalah bagian dari protesa yang memperoleh dukungan melalui kontak yang erat dengan jaringan mulut dibawahnya. (Philiips,  2003). Disebut juga polimetil metacrilate (PMMA). Polimetil metacrilat murni tidak berwarna, transparan, dan padat.Turunan etilen yang mengandung gugus vinil dalam rumus strukturnya. Menurut Mc Cabe (1998) persyaratan bahan basis gigi tiruan dapat dibagi menurut beberapa sifatnya:

Sifat fisik
Warnanya sama dengan jaringan sekitar. Mempunyai dimensional stabily  yang baik, sehingga dalam kurun waktu tertentu bentuknya tidak berubah. Mempunyai spesifik gravity yang rendah supaya gigi tiruan menjadi ringan.Mempunyai thermal conduvity yang tinggi, sehingga pemakaiannya mampu untuk mempertahankan kesehatan mukosa rongga mulut  dan merasakan rangsangan panas dingin yang normal. Idealnya basis gigi tiruan radiopaque sehingga mampu untuk didereksi.

Sifat mekanik
Basis gigi harus mempunyai rigid mempunyai modulus of ealstic yang tinggi sehingga menguntungkan. Mempunyai elastic limit yang tinggi untuk memastikan bahwa tekanan yang terjadi saat menggigit dan mengunyah tidak menyebabkan perubahan yang permanen. Mempunyai flexural strengh yang cukup sehingga tidak mudah patah. Basis gigi tiruan harus mempunyai fatigue life yang kuat dan nilai fatigue limit yang tinggi. Mempunyai obrasion yang cukup untuk mencegah keausan oleh karena bahan abrasi peembersih gigi tiruan atau makanan.
Sifat kimia
Bahan gigi tiruan seharusnya inert (tidak aktif). Secara alamiah tidak larut dalam cairan rongga mulut dan saliva oleh karena perubahan sifat mekanik bahan dan menyebabkan menjadi tidak hygienis

Sifat biologis
Bahan basis gigi tiruan tidak beracun dan tidak menyebabkan iritsi bagi pemakainya.
Resin akrilik juga disebut akrilik plastis karena dapat dibentuk lunak dan fleksibel atau kaku dan rapuh. Oleh karena itu digunakan hampir 95% sebagai basis gigi tiruan (Craig, 2002). Sifat-sifat resin akrilik antara lain transparan, toksisitas rendah daya serap terhadap air tinggi, mudah patah, mudah porus, bisa berubah warna dan mudah dimanipulasi. (Mc Cabe, 1998). Resin ini terbuat dari polimer methyl metacrylat, dan memiki kelebihan antara lain warna dapat menyerupai gingiva (estetik baik), daya serap air rendah , mudah dimanipulasi harganya relatif terjangkau sifat fisik baik, perubahan dimensi kecil. tidak toksik, tidak mempunyai rasa, dapat dipoles dan mudah dalam perawatan serta pemeliharaan. Namun sifat yang kurang menguntungkan antara lain adalah mudah patah jika jatuh dalam permukaan keras, porus dan dapat berubah warna akibat bahan makanan dan minuman.

C.Sifat-sifat
Berikut adalah sifat-sifat dari akrilik :
1. PengerutanKetika monomer metilmetakrilat terpolimerisasi untuk membentukpoli (metilmetakrilat), kepadatan massa bahan berubah dari 0,94menjadi 1,19g/cm3. Perubahan menghasilkan pengerutan volumetriksebesar 21%. Akibatnya, pengerutan volumetrik yang ditunjukka
oleh massa terpolimerisasi sekitar 6-7% sesuai dengan nilai yangdiamati dalam penelitian laboratorium dan klinis
  1. Konduktivitas termalKonduktivitas termal adalah pengukuran termofisika mengenaiseberapa baik panas disalurkan melalui suatu bahan. Basis resinmempunyai konduktivitas termal yang rendah yaitu 0.0006
  2. 3. SolubilitasMeskipun basis gigitiruan resin larut dalam berbagai pelarut dansejumlah kecil monomer dilepaskan, basis resin umumnya tidak larutdalam cairan yang terdapat dalam rongga mulut
  3. 4. Stabilitas warnaResin akrilik polimerisasi panas menunjukkan stabilitas warna yangbaik. Resin akrilik menunjukkan nilai diskolorisasi yang paling rendahsetelah direndam dalam larutan kopi.
  4. 5. Porositas Adanya gelembung / porositas di permukaan dan di bawahpermukaan dapat mempengaruhi sifat fisis, estetik, dan kebersihanbasis gigitiruan. Porositas cenderung terjadi pada bagian basisgigitiruan yang lebih tebal. Porositas disebabkan oleh penguapanmonomer yang tidak bereaksi dan berat molekul polimer yangrendah, disertai temperatur resin mencapai atau melebihi titik didihbahan tersebut. Porositas juga dapat terjadi karena pengadukanyang tidak tepat antara komponen polimer dan monomer. Timbulnyaporositas dapat diminimalkan dengan adonan resin akrilik yanghomogen, penggunaan perbandingan polimer dan monomer yangtepat, prosedur pengadukan yang terkontrol dengan baik, sertawaktu pengisian bahan ke dalam mould yang tepat




 
D.Kegunaan Akrilik
  1. Pembuatan basis gigitiruan
  2. 2. Resin akrilik cross-linked untuk gigitiruan
  3. 3. Restorasi gigi ; tambalan, inlay dan laminate (resin komposit)
  4. 4. Peralatan ortodonsia dan pedodonsia
  5. 5. Mahkota dan jembatan (resin akrilik atau resin komposit)
  6. 6. Protesa maksilofasial (obturator pada celah palatal)
  7. 7. Inlay dan post-core pattern8. Pelindung mulut untuk atlet

E.Kelebihan dan Kekurangan
Kelebihan akrilikWarna menyerupai warna gusi
Mudah direstorasi bila patah tanpa mengalami distorsi
Mudah dibersihkan
Mudah pengerjaannya dan manipulasinyaKekuatannya cukup dengan BJ yang berisi
Harga cukup murah dan cukup awet/ tahan lama
Tidak larut dalam cairan mulutEstetik sangat baikIkatan kimia yang baik pada gigi tiruan akrilik

Kekurangan akrilik
Mudah patah
Menimbulkan macam-macam porus
Dapat mengalami perubahan bentuk jika disimpan di tempat kering
Dapat menimbulkan alergi
Daya tahan fatik rendahKonduktivitas rendahKekuatan fleksural rendah


Oleh Angga Nurunda Putra